agus' posts with tag: bergeraklah sahabat

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag bergeraklah sahabat
Blog EntrybergeraklahDec 22, '07 1:22 AM
for everyone
    

Saudaraku, bergeraklah karena diam  hanyalah bagi orang-orang yang mati.

Seberapa hebatnya orang yang pintar jika hanya diam ditempat sedang orang lain tak mendapatkan apapun dari kepintarannya. Seberapa hebatnya orang yang kuat jika orang lain tak mendapatkan apapun dari kekuatan nya ? bergeraklah maka engkau akan memahami bahwa hanya orang yang bisa memberikan manfaat lah orang yang paling baik diantara kita.

Engkau yang berdiam, segera carilah apa yang bisa engkau gerakkan dari teman-teman mu, carilah cara agar engkau terus bergerak menuju jalan Allah, jalan yang luas yang hanya ditempuh oleh orang-orang yang tak  membiarkan dirinya diam disatu tempat saja.

Saudaraku, hidup ini hanya sekali jangan jadikan ia ladang-ladang subur yang tak kau tanami bagi kehidupan yang maha hidup nanti. Maka mari bergerak, jangan berdiam dunia ini adalah ladang-ladang kita yang akan kita rasakan buahnya nanti disana. Inginkah engkau memasuki rumah mu nanti disurga dan ternyata disana engkau hanya termasuk didalam orang-orang yang patut dikasihani, karena tak menanam kebaikan yang banyak di dunia ini ? Sungguh dunia adalah impian seluruh penduduk surga dan neraka.

Yang di neraka mereka ingin kembali kedunia walaupun sehari untuk melakukan amal ibadah yang mereka lupakan semasa hidup. Dan yang disurga demikian pula. Mereka ingin kembali untuk menambah apa yang telah mereka lakukan sebelumnya, karena mereka telah merasakan betapa nikmatnya balasan bagi amal-amal yang telah mereka lakukan.

Seorang sahabat Anshar, Syahid disebuah peperangan bersama Rasul, malam nya anak nya bertemu sengan nya didalam mimpi. Lalu sang anak bertanya pada nya:

“Wahai Ayah, bagaimanakah keadaanmu?”

Lalu apa jawabnya :”seandainya aku diberi kehidupan sekali lagi maka aku akan bereperang dijalan Allah lagi dan berharap mati Syahid lagi, (karena kenikmatan surga bagi yang syahid di jalan Allah)”

Jadi ingin kah engkau  menjadi diantara orang yang menyesal saat nanti telah merasa kenikmatan disurga. Jadikan hidup yang sekali ini, penuh dengan gerak hingga saat engkau menghadapi kehidupan yang maha kekal nanti tiada penyesalan lagi di hati mu. Tuhan Ridha padamu, dan engkau pun Ridha pada kehendak Tuhan atas mu.

Wallahualam.

 

Allah maha mengetahui segala kemampuan kita, segala jalan yang akan dan telah kita tempuh Allah juga Maha Mengetahuinya. Namun mengapa do‘a kita tak juga terkabul? Mengapa kita masih saja diberi beban cobaan yang kita rasa sudah tak sanggup lagi untuk kita memikulnya? Mengapa Ya Allah?

Jawabnya ternyataterpulang pada diri kita sendiri. Mari kita bertanya pada diri kita sendiri ; Sudah maksimal kah usaha yang telah kita lakukan untuk mengubah keadaan kita ini? Sudahkah kita menghentikan dan menyesali (bertaubat) dari kesalahan yang menyebabkan kita menjadi seperti ini? Jika belum, maka bukan karena Allah beserta cobaannya tak peduli pada kita namun diri kita sendirilah yang tak peduli.

Allah Swt. Telah berjanji tak akan memberikan cobaan diluar batas kemampuan diri kita. Allah Maha menepati janji Nya, dan sifat Nya tak mungkin yang sebalik itu. Nah, bila Allah kita rasa memberikan cobaan yang begitu dahsyatnya hingga kita rasa kita tak mampu untuk menanggung apa lagi menanggulangi nya, yakinlah Allah itu bukan karena Allahmelanggar janjinya tapi dalam rangka melatih diri kita untuk menimbulkan potensi lain yang selama ini tersembunyi dibalik diri kita. Dengan kemampuan itulah, Insya Allah kita menjadi manusia yang lebih baik dan jalan menuju terlepasnya diri kita dari cobaan Allah.

Allah tak pernah meninggalkan kita. Ingat-ingat lah kembali rahmat Nya yang telah diberikan pada kita sebelum ini. Bila kita saat ini sakit, maka ingatlah betapa nikmatnya dulu ketika kita dalam keadaan sehat. Bila melarat saat ini maka ingatlah betapa rejeki Allah dulu datang dengan demikian mudahnya. Selalu ingat akan rejeki Allah akan membuat hati kita bersyukur, senantiasa merasa cukup. Ingat-ingatlah kembali kasih sayang Allah yang kita terima, bahkan hembusan nafas yang memungkinkan kita merasakan penderitaan inipun adalah anugrah dari Allah.

Dan kemudian senantiasalah yakin, setiap Allah  memberikan kesusahan bersamanya Allah menurunkan kemudahan atau jalan keluarnya. Namun mampukah kita mngungkap kemudahan dibalik kesukaran itu. Itulah yang dinamakan proses dari qadha mencapai Qadarnya Allah (kasyaf). Hal inilah yang menajdi tolok ukur sudah seberapa matangkah kita sebagai al Insaan dalam memanfaatkan segala potensi diri, sudah seberapa kenalkah kita akan diri kita sendiri ?

Kematangan manusia dinilai dari bagaimana ia menanggulangi cobaan Allah dengan berusaha untuk keluar dari itu semua menuju perbaikan diri dan kondisi, lalu bagaimana pula dengan maksimalisasi rasa Syukur pada Allah atas hasil yang selama ini diperoleh nya, serta seberapan jauh keyakinan nya atas kekuasaan dan janji Allah. Jika ketiga syarat itu mampu terpenuhi, Insya Allah janji Allah amat dekat bagi orang beriman, akan datang pertolongan Allah dari arah yang tak kita duga sama sekali. Subhanallah wa Alhamdulillah  wa laa ila ha Ila Allah. Allah u Akbar.

Insya Allah. salam  

 

 

 


© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help

Modified from Mediterranean by John Whittet.
Originally on the CSS Zen Garden.
Used and Modified with permission from the author.